ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI

Leave a comment

IT Forensik

ETIKA dan PROFESIONALISME dalam TEKNOLOGI SISTEM KOMPUTER / INFORMASI

Leave a comment

Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan” dimana etika adalah bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawaba.ada berbagai macam pendapat tentang pengertian etika anatara lain.

Etika Menurut para ahli ;

  • Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
  • Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  • Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya

Profesi

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani adalah “Επαγγελια”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Profesi juga bias didefinisikan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana profesi tersebut diatur oleh Etika Profesi dimana Etika Profesi tersebut hanya berlaku sesama Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknik dan desainer. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

Profesi Menurut DE GEORGE, timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri, sehubungan dengan istilah profesi dan profesional. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi. Berikut pengertian profesi menurut DE GEORGE :“PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian”.contohnya : artis termasuk dalam bidang profesi kenapa karena dalam pekerjaan ini seseorang dituntut untuk mempunyai keahlian dalam bidang seni atau contoh yang lain seperti dalam bidang IT dimana seseorang dituntun ahli dalam bidang computer.

  1. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
  2. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
  3. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
  4. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
  5. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
  6. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

Ciri Khas Profesi

Menurut Artikel dalam International Encyclopedia of
education, ada 10 ciri khas suatu profesi, yaitu:

  1. Suatu bidang pekerjaan yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas
  2. Suatu teknik intelektual
  3. Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis
  4. Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi
  5. Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan
  6. Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri
  7. Asosiasi dari anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang erat dengan kualitas komunikasi yang tinggi antar anggotanya
  8. Pengakuan sebagai profesi
  9. Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi
  10. Hubungan yang erat dengan profesi lain

Kode Etika Profesional

Etika berprofesi di bidang teknologi informasi dimana Pemrograman komputer membutuhkan sebuah kode etik, dan kebanyakan dari kode-kode etik ini disadur berdasarkan kode etik yang kini digunakan oleh perkumpulan programmer internasional. Tujuan adanya kode etik profesi adalah Prinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negara tidak sama. Kode etik seorang programmer adalah sebagai berikut :

  • Seorang programmer tidak boleh membuat atau mendistribusikan Malware.
  • Seorang programmer tidak boleh menulis kode yang sulit diikuti dengan sengaja.
  • Seorang programmer tidak boleh menulis dokumentasi yang dengan sengaja
  • Seorang programmer tidak boleh menggunakan ulang kode dengan hak cipta
  • Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua
  • Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
  • Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek
  • Tidak boleh menulis kode yang dengan sengaja menjatuhkan kode programmer lain
  • Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
  • Tidak boleh memberitahu masalah keuangan pada pekerja dalam pengembangan suatu
  • Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
  • Tidak boleh mempermalukan profesinya.
  • Tidak boleh secara asal-asalan menyangkal adanya bug dalam aplikasi.
  • Tidak boleh mengenalkan bug yang ada di dalam software yang nantinya programmer
  • Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer. Pada umumnya, programmer harus mematuhi “Golden Rule”: Memperlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Jika semua programmer mematuhi peraturan ini, maka tidak akan ada masalah dalam komunitas.

Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct)  profesi adalah:

  1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya
  2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan
  3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu

Tujuan Kode Etik Profesi

Prinsip‐prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan
perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi
adalah:

  1. 1. Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya
  2. Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan
  3. Standar‐standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota tertentu
  4. Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa paraanggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
  5. Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
  6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya

Source

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika

http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi

Qohar,Adnan. 2012. Pengertian Etika dan Profesi Hukum. Artikel Pendidikan, (Online), (http://www.badilag.net/data/ARTIKEL/PENGERTIAN ETIKA DAN PROFESI HUKUM.pdf, diakses 14 april 2013)

http://mutiaramarini.blogspot.com/2014/03/pengertian-etika-profesi-dan-ciri-khas.html

http://mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11837/W01-Pengertian+Etika.pdf

Lisensi Perangkat Lunak

Leave a comment

Lisensi menurut Wikipedia berarti memberi izin. Pemberian lisensi dapat dilakukan jika ada pihak yang memberi lisensi dan pihak yang menerima lisensi, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian. Definisi lainnya adalah pemberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang menerima lisensi untuk menggunakan barang atau jasa yang dilisensikan.

 

Masih menurut Wiki, macam-macam lisensi antara lain berupa lisensi atas hak kekayaan intelektual, lisensi massal, lisensi merek barang / jasa, lisensi hasil seni dan karakter, lisensi bidang pendidikan.

Disini kita akan meninjau tentang beberapa jenis lisensi yang diberikan pada sebuah software. Pada Justisiari P. Kusumah [2006] ada beberapa jenis lisensi yang diberikan terhadap suatu software, antara lain : lisensi komersial, lisensi percobaan software (Shareware), lisensi untuk penggunaan non kemersial, lisensi freeware, dan lisensi lain (Open Source).

  1. Jenis lisensi komersial adalah lisensi yang diberikan kepada software-software yang bersifat komersial dan digunakan untuk kepentingan-kepentingan komersial (bisnis).
    Misalnya : Sistem operasi Microsoft Windows (98, ME, 200, 2003, Vista), Microsoft Office, PhotoShop, Corel Draw, Page Maker, AutoCAD, Software Aniti Virus (Norton Anti, MCAffee, Seagate, AVG, dll), Software Firewall (Tiny, Zona Alarm, Seagate, dll).
  2. Jenis lisensi percobaan software (Shareware) adalah jenis lisensi yang diberikan kepada software-software yang bersifat percobaan (trial atau demo version) dalam rangka uji coba terhadap software komersial yang akan dikeluarkan sebelum software tersebut dijual secara komersial atau pengguna diijinkan untuk mencoba terlebih dahulu sebelum membeli software yang sebenarnya (Full Version) dalam kurun waktu tertentu, misalnya 30 s/d 60 hari.
  3. Jenis lisensi untuk penggunaan non kemersial adalah jenis lisensi yang diberikan kepada software-software yang bersifat non komersial dan digunakan untuk kepentingan-kepentingan non komersial seperti pada instritusi pendidikan (sekolah dan kampus) dan untuk penggunaan pribadi.
  4. Jenis lisensi Freeware adalah jenis lisensi yang diberikan kepada software-software yang bersifat mendukung atau memberikan fasilitas tambahan (tools) dengan kemampuan yang terbatas dibandingkan dengan versi yang untuk penggunaan komersial (bisnis).
  5. Jenis lisensi lain (Open Source) adalah jenis lisensi yang diberikan kepada software- software yang bersifat Open Source atau menggunakan hak cipta publik yang dikenal sebagai GNU Public License (GPL) yang bisa anda baca secara lengkap di http://www.gnu.org. Adapun prinsip dasar GPL berbeda dengan hak cipta, GPL pada dasarnya berusaha memberikan kebebasan seluas-luasnya bagi pencipta software untuk mengembangkan kreasi perangkatnya dan menyebarkannya secara bebas kemasyarakat umum (publik). Tentunya dalam penggunaan GPL ini kita masih terikat dengan norma, nilai dan etika. Misalnya sangatlah tidak etis apabila kita mengambil software GPL kemudian mengemasnya menjadi sebuah software komersial dan mengklaim bahwa software tersebut adalah hasil karya atau ciptaannya. Sebagai contoh, dengan menggunakan lisensi GPL sistem operasi Linux yang saat banyak beredar dimasyarakat Linux dapat digunakan secara gratis diseluruh dunia, bahkan Listing program-nya (Source Code) dalam Bahasa C dari sistem operasi Linux tersebut secara terbuka dan dapat diperoleh secara gratis di internet tanpa dikategorikan membajak software dan melanggar hak cipta (HKI).

Berdasarkan jenis lisensi yang sudah dijelaskan diatas, berikut ini ada beberapa contoh lisensi yang ada, antara lain :

  • Open atau Select Licence
    Jenis Open Licence atau Select Licence ini adalah jenis lisensi yang diberikan kepada suatu pengguna yang telah membeli atau membayar lisensi untuk penggunaan software tertentu yang akan dipasang (install) ke beberapa perangkat komputer yang akan dipergunakan. Biasanya lisensi jenis ini hanya akan ditunjukan oleh satu lembar surat lisensi untuk pemakaian beberapa perangkat komputer. Misalnya pembelian lisensi untuk pemakaian Sistem Operasi Microsoft Windows XP Profesional Editions untuk 50 unit perangkat komputer dan ditunjukan hanya dengan satu lembar surat lisensi.
  • Original Equipment Manufacture (OEM)
    Jenis Open Licence atau Select Licence ini adalah jenis lisensi yang diberikan kepada setiap perangkat yang dibeli secara bersamaan dengan penggunakan software-nya. Misalnya ketika kita membeli sebuah laptop atau notebook yang sudah dilengkapi dengan Sistem Operasi Microsoft Windows XP Profesional yang asli (original) yang ditunjukan dengan adanya stiker Certificate of Authenticity (COA) pada bagian bawah perangkat laptop atau notebook tersebut.
  • Full Price (Retail Product)
    Jenis Full Price (Retail Product) ini adalah jenis lisensi yang diberikan kepada setiap pengguna yang telah membeli software secara terpisah dengan perangkat keras (hardware) secara retail. Biasanya pembelian perangkat lunak (software) ini akan dilengkapi dengan satu lembar surat lisensi yang lengkap dengan packaging serta manual book dari software tersebut.
  • Academic License
    Jenis Academic License ini adalah jenis lisensi yang diberikan kepada setiap institusi pendidikan (sekolah-sekolah atau kampus) dengan harga khusus dan biasanya dengan sejumlah potongan tertentu (non komersial) dan ditunjukan dengan satu lembar surat lisensi yang dapat dipergunakan pada sejumlah perangkat seperti yang tertera pada surat lisensi tersebut. Misalnya pembelian software dari Microsoft Corp yang akan dipergunakan dilingkungan sekolah atau kampus (Microsoft Volume Licencing).
  • Lisensi khusus bagi Independen Software Vendor (ISV)
    Jenis Independen Software Vendor (ISV) ini adalah jenis lisensi yang diberikan kepada setiap Independen Software Vendor (ISV) untuk pembelian software-software yangdigunakan untuk pembuatan aplikasi (Development Tools Software) dengan harga khusus dan biasanya dengan sejumlah potongan tertentu dan ditunjukan dengan satu lembar surat lisensi yang dapat dipergunakan pada sejumlah perangkat seperti yang tertera pada surat lisensi tersebut. Saat ini perusahaan pembuatan software seperti Microsoft Indonesia sudah mengeluarkan jenis lisensi ini yang khusus diberikan kepada ISV-ISV yang berada di bawah pembinaan Microsoft Indonesia

Source A

Source B

 

2015, Pengguna Internet Capai 3 Miliar

Leave a comment

2015, Pengguna Internet Capai 3 Miliar Ilustrasi (Foto: Reuters) WASHINGTON – Sekira 7 miliar manusia yang tercatat tinggal di Bumi, sebagian ada yang menggunakan fasilitas internet maupun yang tidak. Sebuah riset mengungkap, saat ini baru sekira 40 persen manusia yang online.

Sebagian besar para pengguna internet ini berada di negara maju, di mana sudah tersedianya akses broadband. Dilansir Theregister, Selasa (6/5/2014),pada pekan pertama 2015, diprediksi terdapat tiga miliar orang yang terhubung ke internet.

Riset ini datang dari International Telecommunications Union (ITU), yang mengungkap statistik baru tentang bagaimana manusia terhubung. ITU mengatakan, negara berkembang menambah jumlah pengguna internet dengan penetrasi cepat.

Mobile broadband tumbuh pesat di negara berkembang. Mobile broadband mengalami pertumbuhan besar dengan pelanggan yang mencapai 2,3 miliar hingga akhir 2014. Jumlah ini kabarnya lima kali lipat lebih besar ketimbang di 2008.

Regional Asia Pasifik menempati hingga satu miliar pengguna mobile broadband pada akhir tahun. “Di 2013, jumlah pelanggan fixed-broabband di negara berkembang melampaui jumlah di negara maju,” kata ITU.

Di negara-negara berkembang, jumlah pengguna internet meraih dua kali lipat peningkatan, yakni dari 974 juta di 2009 menjadi 1,9 miliar di 2014. Akan tetapi, rata-rata koneksi internet sekira 78 persen untuk negara maju dan 32 persen di negara-negara berkembang.

 

 

Sumber

http://techno.okezone.com/read/2014/05/06/55/980910/2015-pengguna-internet-capai-3-miliar

Alasan Mengapa Perlu Mengganti Password

Leave a comment

Alasan Mengapa Perlu Mengganti Password ilustrasi paswword (foto: Ubergizmo) CALIFORNIA – Dunia, kemarin menjadikan teknologi internet sebagai momentum spesial. Karena begitu pentingnya keamanan akun digital dunia atau password, dunia merayakannya sebagai hari password sedunia (world password day).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Intel Security dan didukung lebih dari 170 organisasi dunia termasuk Microsoft, Toshiba, dan Dell, ini bertekad mengajak pengguna internet untuk sama-sama peduli menjaga keamanan akun digitalnya.

Seperti dilansir Ubergizmo, Kamis (8/5/2014), peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan pengguna internet akan bahaya ‘Heartbleed’ yang beberapa waktu lalu melanda dunia jagat maya.

Heartbleed itu sendiri adalah bug (cacat program) yang terkandung di dalam Heartbeat. Heartbeat adalah ekstensi (program pendukung) bagi OpenSSL. OpenSSL adalah protokol pengamanan otentikasi open source yang paling banyak digunakan oleh penyedia layanan di internet yang membutuhkan pengamanan kriptografi otentikasi seperti Google, YouTube, Mine Craft, Dropbox, Wikipedia, Yahoo, Go Daddy, Facebook, dan Amazon Web Service.

Dengan begitu, diharapkan masyarakat dunia lebih peduli terhadap keamanan akun digitalnya dan mau mengganti password di komputer, email atau di akun jejaring sosial masing-masing.

Robert Siciliano, seorang ahli keamanan online dari McAfee mengatakan, selama ini banyak pengguna internet yang kewalahan dengan banyaknya jumlah akun yang dimiliki.

Namun sayangnya, para pengguna internet tidak dapat me-manage dengan baik keamanan akun mereka sendiri, dengan cara sesering mungkin mengganti password pada email komputer atau jejaring sosial miliknya.

“Kita menemukan bahwa banyak pengguna internet  yang kewalahan dengan banyaknya jumlah akun mereka miliki. Tetapi, mereka tidak melakukan apapun untuk meningkatkan dan memperhatikan keamanan akunnya,” ujar Siciliano. 

Sehingga, lanjut Siciliano daripada hanya sekedar memberikan saran untuk mengganti password, lebih baik  mencari cara bagaimana orang melakukannya (mengganti password) dalam lima menit.
Melalui kegiatan kampanye di setiap peringatan hari password sedunia, ternyata mendapat respon yang cukup baik. Hal itu, terlihat sudah lebih dari satu juta orang mengganti password-nya pada tahun lalu.

Siciliano memiliki harapan yang  tinggi bahwa angka tersebut mungkin bisa terkejar, terutama dengan semakin banyak risiko yang terjadi pada keamaan profil beberapa bulan terkhir, orang dapat segera mengubah password-nya untuk meningkatkan keamanan akun mereka.

 

 

Sumber

http://techno.okezone.com/read/2014/05/08/55/982240/alasan-mengapa-perlu-mengganti-password

Pengguna Internet di Indonesia Meningkat karena Smartphone Murah

Leave a comment

Pengguna Internet di Indonesia Meningkat karena Smartphone Murah (Dok: Okezone) JAKARTA Menurut data dari Mediacell yang diungkap awal tahun ini, penjualan smartphone di Indonesia akan mencapai 46 juta unit di 2014. Dari 46 juta unit, sekira 22,9 juta unit smartphone di antaranya dijual kepada konsumen yang beralih baru dari feature phone.

Dari total jumlah pengguna telefon genggam di Tanah Air, sebagian ada yang masih menggunakan smartphone maupun feature phone. “Hampir 30 persen pengguna smartphone, tahun ini (naik) 35 persen,” kata Ina Hutasoit, Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) kepada Okezone, Selasa (13/5/2014).

Sementara feature phone, menurut Ina, perangkat tersebut umumnya tidak digunakan untuk mengakses internet, melainkan SMS dan telefon. Ia mengungkapkan, smartphone paling laris saat ini berada di bawah harga Rp2 jutaan. Sebagian besar smartphone yang laris ini berjalan di sistem operasi Android.

Ditanya apakah pertumbuhan smartphone yang pesat menandakan bahwa tingkat perekonomian masyarakat Indonesia telah meningkat, ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak memiliki keterkaitan.

Menurutnya, smartphone menjadi kebutuhan utama di samping pangan, sandang dan papan. Pesatnya pertumbuhan smartphone menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari, karena masyarakat membutuhkan informasi dan dipakai juga untuk mengakses internet.

Ina mengakui bahwa pertumbuhan pesat penggunaan smartphone berkontribusi pula terhadap jumlah pengguna internet di Indonesia. Tidak hanya itu, akses internet yang murah oleh yang ditawarkan para operator juga semakin meningkatkan penggunaan internet di mobile.

 

 

Sumber

http://techno.okezone.com/read/2014/05/13/55/984284/pengguna-internet-di-indonesia-meningkat-karena-smartphone-murah

Indonesia Peringkat 8 Dunia Pengguna Internet Terbesar

Leave a comment

Indonesia Peringkat 8 Dunia Pengguna Internet Terbesar ilustrasi (reuters) JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mencatat saat ini pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, yakni mencapai 82 juta orang di triwulan pertama tahun 2014.
 
Dengan capaian tersebut, Indonesia kini berada pada peringkat 8 dunia. Jumlah tersebut tentu saja mengalami kenaikan dari tahun 2013 yang mencapai angka 71,19 juta orang, dan tahun 2012 berjumlah 63 juta orang.
 
Artinya, setiap tahunnya pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Penetrasi peningkatan pengguna internet di Indonesia adalah 28 persen.

Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary mengatakan, di awal tahun 2014 ini, 80 persen dari jumlah tersebut di dominasi oleh para remaja berusia 15-19 tahun.

“Sedangkan untuk pengguna Facebook, Indonesia di peringkat ke-4 besar dunia, kata Septriana, seperti dkutip dari situs resmi Kemenkominfo, Selasa (13/5/2014).

Septriana mengatakan, perkembangan teknologi saat ini bagaikan dua mata pisau yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua elemen.

Tidak bisa dipungkiri bahwa di balik manfaat internet, juga menimbulkan banyak mudarat dan dampak yang mengkhawatirkan, mulai dari pornografi, kasus penipuan, dan kekerasan yang semua bermula dari dunia maya.

Ditegaskannya, semua permasalahan tersebut, harus mendapat penanganan serius agar dampak negatif dari internet dapat diminimalkan.

Salahsatunya, pemerintah mencanangkan Program INSAN agar masyarakat mengetahui cara menggunakan internet, pemanfaatannya dan dampak yang ditimbulkan.

 

 

Sumber

http://techno.okezone.com/read/2014/05/13/55/984151/indonesia-peringkat-8-dunia-pengguna-internet-terbesar

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.