1. 1.      Latar Belakang

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, penggunaan komputer memegang peran yang sangat penting. Hal ini dapat terlihat dari penggunaan komputer di segala bidang, salah satunya adalah bidang ekonomi. Bidang ekonomi sudah merupakan titik sentrak dalam kehidupan, perekonomian sering dikaitkan dengan penggunaan unag dan transaksi yang telah membangun masyarakat menjadi konsumtif.

 

Seriring perkembangan jaman kemajuan teknologi juga berperan besar agar proses transaksi lebih baik. Dengan perkembangan pemanfaatan internet yang kian pesat sekarang telah dikenal dengan E-banking. E-banking yang juga dikenal dengan istilah internet banking ini adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan. Dari waktu ke waktu, makin banyak bank yang menyediakan layanan atau jasa internet banking yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Penyelenggaraan internet banking merupakan penerapan atau aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang dan dimanfaatkan untuk menjawab keinginan nasabah perbankan yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat (24 jam/hari, 7 hari/minggu) dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, Komputer, laptop/ note book, PDA, dan sebagainya.

 

 

  1. 2.      Permasalahan

Perkembangan perbankan yang sangat pesat dilandasi perkembangan yang seiring berjalan oleh bidang teknologi informasi. Dari yang awalnya nasabah harus mengurus segala sesuatunya langsung di bank, kini tak perlu lagi melakukannya karena hanya dengan sekali ‘klik’ nasabah bisa memindahkan sejumlah dana. Hal ini tentunya merupakan berita baik bagi para nasabah perbankan yang tak memiliki banyak waktu luang untuk mengurus hal-hal yang demikian sistematik untuk mengurus aliran dana dalam rekeningnya. Dan berdasarkan hal inilah saya sebagai penulis mengusung tema salah satu teknologi di dunia perbankan sebagai bahan untuk dikaji dalam karya ilmiah mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 ini.

 

  1. 3.      Landasan Teori

Yang dimaksud dengan e-Banking adalah merupakan penghantaran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronis seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.

 

 

  1. 4.      Pembahasan

 

4.1 Definisi Elektronik

Elektronik adalah alat yang dibuat berdasarkan prinsip elektronika serta hal atau benda yang menggunakan alat tersebut dan antara lain dapat digunakan pada:

 

 

4.2 Definisi Bank

Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang.

 

 

4.3 Definisi Perbankan

Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

 

 

4.4 Definisi Elektronik banking

E-banking dapat di definisikan sebagai jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik atau saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronis seperti komputer/PC, laptop, PDA, ATM, atau telefon.

 

 

4.5 Saluran E-Banking

Marilah kita pelajari satu persatu saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut :

1)      Internet Banking

Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.

2)      SMS/m-Banking

Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang melakukan kerjasama dengan operator seluler, menyediakan akses banking menu – Sim Tool Kit (STK) pada simcardnya.

3)      Phone Banking

Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.

 

 

4)      ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri

Ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.

 

 

4.6 Sejarah E-Banking

Dikutip dari situs wikipedia, konsep perbankan internet telah berkembang bersamaan dengan perkembangan dunia web yang luas. Selama tahun 1980-an programmer yang bekerja pada basis data perbankan datang dengan ide-ide untuk transaksi perbankan online. Proses kreatif pengembangan dari jasa ini mungkin melemahkan banyak perusahaan dengan konsep belanja online. Belanja online mempromosikan penggunaan kartu kredit melalui internet. Banyak lembaga perbankan sudah mulai membuat data fasilitas untuk memudahkan staf mereka bekerja. Pengembangan database ini telah banyak digunakan selama pengembangan ATM (Automatic Teller Machine).

 

Sekitar 1980-an, perbankan dan organisasi keuangan di Eropa dan Amerika Serikat memulai sugestif penelitian dan percobaan pemrograman pada konsep “rumah perbankan”. Awal 1980 saat komputer dan internet tidak begitu berkembang baik, penggunaan “perbankan rumah” pada dasarnya terbuat dari mesin fax dan telepon untuk memudahkan pelanggan mereka. Penyebaran fasilitas internet dan pemrograman menciptakan peluang untuk pengembangan “perbankan rumah”.

 

Pada tahun 1983, Nottingham Building Society biasa disingkat sebagai NBS, meluncurkan layanan perbankan internet pertama di Inggris. Layanan ini membentuk dasar untuk sebagian besar fasilitas internet perbankan yang diikuti. Fasilitas ini sangat tidak dikembangkan dengan baik dan membatasi jumlah fungsi transaksi yang bisa dieksekusi oleh pemegang rekening. Fasilitas yang diperkenalkan oleh Nottingham Building Society ini merupakan sistem yang diambil dari sistem Prestel, sistem yang digunakan oleh departemen pelayanan pos Inggris.

 

Layanan perbankan online pertama di Amerika Serikat diperkenalkan pada bulan Oktober 1994. Layanan ini dikembangkan oleh Stanford Federal Credit Union, yang merupakan lembaga keuangan. Layanan perbankan online menjadi lebih umum karena sistem dikembangkan dengan baik. Meskipun ada pro dan kontra dari “teknologi kas elektronik”, hal ini telah menjadi sebuah revolusi yang meningkatkan sektor perbankan.

 

Tahun 2001, Bank Central Asia (BCA) merupakan bank di Indonesia yang berani mengoperasikan internet banking secara masif di Indonesia melalui situs https://ibank.klikbca.com/.

 

 

4.7 Mendapatkan Layanan E-Banking

Langkah-langkah untuk mendapatkan layanan E-Banking

1)      Lakukan pendaftaran di bank penyedia layanan E-Banking dengan memiliki tabungan dan nomer rekening

2)      Jika rekening nasabah sudah aktif, nasabah juga harus memiliki e-mail untuk konfirmasi berbagai transaksi e-banking.

3)      Daftarkan layanan ini melalui ATM atau Customer Service (CS)

4)      Beli dan lakukan aktivasi token PIN dengan bantuan CS

5)      Aktivasi dan ubah PIN e-bangking

6)      Pastikan koneksi internet nasabah sedang stabil ketika bertransaksi.

7)      Setiap kali melakukan transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran uang, gunakan selalu token PIN. Biasanya berbagai transaksi yang berakibat keluarnya saldo dari rekening nasabah.

 

 

4.8 Keunggulan E-Banking

Jika dilihat dari berbagai kepraktisan yang bisa didapat dengan menggunakan layanan e-banking rasanya nasabah akan sangat terbantu jika menjadi salah satu pengguna dari layanan ini. Beberapa keunggulan layanan ini dapat dijabarkan sebagai berikut

1)      Dapat dilakukan selama 24 jam tanpa beranjak dari tempat

Kemudahan akses 24 jam ini sangat memberikan kemudahan bagi nasabah yang tidak memiliki banyak waktu ke bank atau ATM. Terlebih jika urusannya untuk mengurusi berbagai hal yang berkaitan dengan keuangan nasabah, terutama dalam urusan bayar-membayar, cek saldo atau transfer. Dengan layanan E-Banking, nasabah dapat melakukan semuanya hanya dengan mengklik beberapa kali dan transaksipun selesai.

2)      Hemat waktu

Karena nasabah tidak harus beranjak dari tempat, tentunya akan menghemat waktu. Missalkan waktu yang ditempuh dari rumah ke ATM sekitar 30 menit, maka dengan layanan E-Banking 30 menit tersebut dapat dimanfaatkan dengan melakukan kegiatan lainnya yang lebih penting.

3)      Hemat energi

Menempuh perjalanan dari lokasi dimana nasabah berada dan ATM sekiranya tentu akan membutuhkan energy, apalagi bila dalam perjalanan nasabah menemui kendala yang menjadi penghambat untuk sampai ATM.

4)      Hemat biaya

E-Banking dapat dikatakan hemat biaya karena nasabah tidak memerlukan uang untuk bensin atau ongkos untuk pulang pergi ke bank atau ATM. Dan biaya yang lebih tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya.

5)      Lebih tenang dalam bertransaksi

Layanan ini juga memberikan kenyamanan luar biasa karena dapat dilakukan dimana saja seperti di rumah, kantor, atau di ruang pribadi. Dengan begitu, ketika melakukan transaksi nasabah akan lebih tenang karena tidak perlu mengikuti antrian, apalagi ketika ada beberapa jenis transaksi yang harus dilakukan nasabah dalam satu waktu.

 

 

4.9 Kelemahan E-banking

Setiap suatu sistem yang memiliki keunggulan, nyatanya juga ditemukan kelemahan. Berikut hal-hal negative yang akan dijumpai dari penggunaan layanan e-banking

1)   Menggunakan sistem kliring untuk transfer ke bank lain

Sistem kliring ini menggunakan proses manual yang dilakukan dari bank yang bersangkutan. Tidak secara on-line seperti halnya ketika melakukan pembayaran atau melakukan transfer ke sesame nasabah bank tersebut. Jika nasabah melakukan transfer ke bank lain diluar jam kerja dan/hari kerja, nasabah harus menunggu hingga minimal 1x24jam  kerja yang tentunya menghambat proses transfer, berbeda ketika transfer menggunakan ATM yang prosesnya dilakukan secara realtime.

2)   Harus selalu memiliki koneksi internet yang stabil

Karena e-banking menggunakan layanan internet untuk operasinya, otomatis nasabah membutuhkan koneksi internet yang stabil dalam menggunakan layanan ini. Hal ini diperlukan untuk menghindari atau meminimalisir terjadinya kegagalan dalam  proses transaksi yang dilakukan.

3)   Harus mempergunakan token PIN

Token PIN adalah salah satu alat yang juga harus dimiliki nasabah yang hendak mempergunakan layanan e-banking. Fungsinya tidak lain untuk mengacak PIN setiap kali nasabah bertransaksi yang berhubungan dengan keluarnya uang dari nomer rekening, baik transaksi pembayaran, pembelian, atau  transfer. Token PIN akan membuat nasabah lebih aman dari para pembobol rekening yang terdapat di dunia maya.

4)   Hanya bisa diakses oleh mereka yang melek teknologi

Karena mempergunakan internet dalam  layanannya, maka secara otomatis layanan ini hanya bisa digunakan bagi mereka yang memahami teknologi, dengan begitu penggunaannya masih sangat terbatas dan memang tidak bisa dilakukan oleh semua kalangan atau berbagai lapisan pendidikan maupun usia, karena penggunaannya tidak semudah ATM atau layanan bank konvensional.

 

5.  Penutup

E-banking merupakan jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik atau saluran komunikasi interaktif yang mulai diperkenalkan pada Oktober 1994 di Amerika Serikat dan pada tahun 2001 di Indonesia melalui Bank Central Asia. Layanan ini sayang bisa diandalkan nasabah bank karena dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, praktis, hemat waktu serta hemat biaya.

 

Daftar pustaka

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronik

http://id.wikipedia.org/wiki/Bank

http://sekilasbank.blogspot.com/2010/12/pengertian-bank-dan-perbankan.html

http://suhanda666.wordpress.com/2011/05/25/e-banking/

http://www.anneahira.com/e-banking.htm

http://suningsunny.blogspot.com/2011/05/sejarah-internet-banking.html

http://cuacapanasbanget.blogspot.com/2013/01/propsal-penelitian-e-banking-terhadap.html