SAP 1

  1. Definisi dan metologi ekonomi
  2. Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga
  3. Sistem Perekonomian

=================================================================================

1. Definisi dan metologi ekonomi

1.1 Definisi Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnyaekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah “pembuatan keputusan” dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Beckerdari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagaiekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada

1.2 Metologi Ekonomi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:

  1. Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.
  2. Jenis-jenis analisis ekonomi.
  3. Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.
  4. Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.

2. Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga

2.1 Masalah Ekonomi Bagi Produsen

Masalah pokoknya adalah masa kelangkaan atau  kekurangan  sebagai akibat dari  ketidak  seimbangnya  antara  kebutuhan  masyarakat  yang  relatif  tidak  terbatas dengan  faktor-faktor produksi yang  tersedia dalam masyarakat yang  relatif  terbatas.

Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai  jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan.

  1. Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi (what to produce),Karena sumber daya terbatas sementara kebutuhan tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat  dapat diproduksi. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi. Ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
  2. Menentukan cara barang diproduksi (how to produce) 
    Metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, diperlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental.
  3. Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi (to whom) ,
    Salah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan  adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masing-masing .

2.2 Masalah Ekonomi Bagi Konsumen

Kebutuhan hidup manusia itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.

Pokok persoalannya adalah: bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam.

3. Sistem Perekonomian

Sistem adalah perpaduan beberapa subsistem yang membentuk sistem itu sendiri. Jadi sistem ekonomi adalah perpaduan dari aturan-aturan atau cara-cara yang merupakan satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian.

Berbagai jenis sistem perekonomian di dunia :

  • Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem perekonomian tradisional merupakan sisitem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional.Sesuai dengan keadaan yang tradisional, corak perekonomian pin bersifat tradisional. Teknik produksi dipelajari secara turun-menurun. Dalam sistem ekonomi ini, nilai-nilai sosial, kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat sangat berpengaruh kuat  Umum nya produksi mengandalkan alam. Hasil produksi pun terbatas hanya untuk keluarga atau kelompok. Oleh karena itu, sistem ekonomi tradisional ini sangat sederhana sehingga tidak lagi bisa menjawab permasalahan ekonomi yang semakin berkembang

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:

a)      Teknik produksi dipelajari secara turun-temurun dan bersifat sederhana

b)      Hanya sedikit menggunakan modal

c)      Pertukaran dilakukan dengan sistem barter

d)     Tidak mengenal pembagian kerja

e)      Masih terikat dengan tradisi

f)       kehidupan gotong-royong dan kekeluargaan sangat dominan

  • Sistem Ekonomi Komando/Pusat/Perencanaan

Sistem ini juga dikenal dengan sistem perekonomian etatisme/sosialis/komunis. Sistem ini digunakan oleh Negara-negara penganut komunis.Sistem ekonomi komando,pusat,perencanaan,etatisme,sosialis,komunis hampir sama maksud dan tujuan nya. Peran pemerintah sangat dominan, sedangkan pihak swasta atau masyarakat sangat kecil atau bahkan tidak ada. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi. Jadi semua kegiatan ekonomi diselenggarakan pemerintah. Sistem ini menurut saya sangat buruk karena mematikan kreativitas individu dan tidak ada nya pilihan dalam menentukan barang dan jasa yang akan digunakan karena terjadi nya monopoli yang merugikan masyarakat, namum pemerintah dapat menegendalikan inflasi dan pengangguran secara baik juga tidak ada nya kesenjangan sosial. sistem perekonomian ini digunakan oleh uni soviet, kuba, korea utara, cina, dan rusia, namun kini rusia dan cina sudah mulai meninggalkan sistem ini atau tidak lagi menggunakan nya sepenuh nya, sistem ini sempat ingin digunakan di Indonesia melalui partai PKI beruntung pemerintah mampu menumpas PKI. Sistem ini tidak digunakan di Indonesia.

Ciri-ciri sistem ekonomi komando/pusat/perencanaan:

a)      Semua alat dan sumber daya produksi dimiliki dan dikuasai oleh Negara sehingga hak milik perorangan hampir tidak ada(tidak diakui)

b)      Pekerjaan yang tersedia dan siapan yang akan bekerja ditentukan oleh pemerintah

c)      Kebijakan perekonomian diatur pemerintah

d)     Perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan seluruhnya dilaksanakan oleh pemerintah

e)      kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi diatur oleh Negara

  • Sistem Ekonomi Pasar/Liberalis/Kapitalis

Sistem ini adalah kebalikan dari sistem ekonomi komando. Pada sistem ekonomi ini kegiatan ekonomi produksi,distribusi,konsumsi dilakukan masyarakat atau pihak swasta. Pemerintah hanya mengawasi dan melakukan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan penyelenggaraan Negara. Pihak swasta menguasai alat-alat produksi, akibat nya kepemilikan tidak terbatas ,setiap individu berusaha meningkatkan keterampilan dan kemampuan nya untuk menguasai sector ekonomi sehingga timbulah persaingan untuk maju. Sistem ekonomi pasar dapat menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi , setiap individu dapat memilih sumber daya yang ada,menghasilkan barang bermutu tinggi, namun sistem ekonomi pasar sulit dalam melakukan pemerataan pendapatan berbeda dengan sistem ekonomi komunis yang dapat meratakan pendapatan dan mengatur inflasi, pada sistem ini kesenjangan social sangat terlihat. Sistem ekonomi ini digunaka di amerika serikat dan inggris.

Ciri-ciri sistem ekonomi pasar/liberalis/kamptalis:

a)      Semua sumber produksi menjadi milik masyarakat

b)      Pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam kegiatan ekonomi

c)      Timbul persaingan dalam masyarakat

d)     Setiap kegiatan ekonomi didasarkan atas pencarian keuntungan

e)      Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan keadaan pasar

f)       Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi

  • Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran ini adalah perpaduan antara sistem ekonomi komando dan pasar. Dalam sistem ini pemerintah dan masyarakat saling berinterkasi dalam perekonomian. kegiatan ekonomi diserahkan kepada pasar namun sampai batas tertentu pemerintah tetap melakukan kendali dan campur tangan. Dengan sistem ini pemerintah dapat menjalankan fungsi pengendalian nya dengan baik, tujuan pengendalian dari pemerintah agar perekonomian tidak lepas kendali dan tidak hanya menguntungkan pemilik modal besar.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:

a)     Harga tidak semata-mata ditentukan oleh mekanisme pasar,tetapi pemerintah juga ikut campur dalam menentukan kebijakan

b)      hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembetasan dari pemerintah

c)      kepentingan umum lebih diutamakan

d)     campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak

  • Sistem Ekonomi Indonesia

Setelah Indonesia merdeka banyak tokoh-tokoh bangsa yang merumuskan sistem perekonomian            Indonesia salah satu nya adalah mantan wakil presiden Bung Hatta mengeluarkan gagasan nya yaitu sistem perekonomian Indonesia adalah koperasi, juga Sumitri Djojohadikusumo mencetuskan ekonomi campuran. Dalam proses selanjut nya disepakati lah sistem ekonomi pancasila. Dengan sistem ekonomi pancasila ini Indonesia menentang sistem ekonomi liberal,komunis dan monopoli namun pada masa orde baru Indonesia pernah mencicipi sistem ekonomi liebralisme dan komunis, pada masa orde lama ini perekonomian Indonesia sangat tidak sehat dengan angka inflasi yang tinggi. Pada masa orde baru sistem ekonomi pancasila berdasarkan ekonomi demokrasi kembali dipertegas dan satu-satu nya menjadi acuan perekonomian Indonesia namun dalam pelaksanaan nya sistem ekonomi pancasila tidak menjadi acuan satu-satu nya, sistem ekonomi pada saat itu condong kapitalisme,ditandai dengan dibuka nya pintu masuk investor-investor asing,mulai ada nya kesenjangan sosial yang mencolok.

Setelah masa orde baru usai dan digantikan masa atau era reformas perekonomian menjadi kacau, harga-harga naik, banyak pengusaha yang gulung tikar , dampak kerususan 1998 sangat terasa pada masa itu, pada masa reformasi sistem eknomi Indonesia adalah kerakyatan pancasila namun dalam praktik nya sistem ekonomi Indonesia lebih ke kapitalistik.

  • Keadaan Perekonomian Indonesia saat ini

Sistem Ekonomi Indonesia pada masa sekarang ini lebih kepada ekonomi kapitalis, terlihat dari jurang pemisah si kaya dan si miskin, sistem ekonomi saat ini cenderung melahirkan kemiskinan,keadaan ekonomi di tentukan keadaan pasar, pemerintah seolah-olah tutup mata dengan keadaan ekonomi rakyat nya, pejabat-pejabat melakukan KKN yang menambah buruk perekonomian Indonesia, ditambah lagi bangsa ini akan menaikan harga bahan bakar minyak yang akan sangat menyusahkan rakyat, harga-harga terancam naik, pemerintah hanya memberikan solusi BLT yang hanya dilakukan untuk beberapa bulan kedepan setelah itu akan menutup mata nya, pemerintah seperti menulikan telinga nya tidak mendengar jeritan rakyat nya mereka lupa siapa yang memilih mereka, memang harga minyak di dunia tidak stabil dengan harga yang tinggi namun bukan dengan cara menaikan harga bbm solusi nya, Kwik Kian Gie pakar ekonom Indonesia berteriak keras bahwa tak perlu manaikan bbm. Demo, pengangguran, tindak kriminal adalah fakta perekonomian Indonesia masih buruk, ekonomi Indonesia hanya meningkat dan terlihat bagus diatas teori. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam nya tapi miskin dan menganggur diatas kelimpahan sumber daya alam nya sendiri. sistem ekonomi Indonesia bila dicermati baik-baik seperti sistem ekonomi liberalis, pancasila hanya seperti pajangan, kita semua seolah-olah lupa akan sila ke lima. Semoga perekonomian Indonesia dapat lebih baik nanti nya.

————————————————————————————————————————————————–

Sumber:

  1. Definisi dan metologi ekonomiDefinisi dan metologi ekonomi
  2. Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme hargaMasalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga
  3. Sistem Perekonomian — Sistem Perekonomian — S Alam.2007.ekonomi.Jakarta: Penerbit Erlangga