Original poem by Nuke Wulandari

——————————————————————————————————

Menulis.

Menulis.

Menulis.

Menulis lagi.

Lagi dan lagi.

Hanya hal kecil itu yang bisa kuperbuat.

Tulisanku ini terbaca kan?

Bisa lihat kan?

Aku memilihkan diksi-diksi tinggi untuk memenuhi kertas polosku yang kusam;

Aku membeberkan celotehanku diatas kertas polosku yang kusam;

Tidak ada yang salah kan dengan ini?

Lihat, semua terangkai berderet-deret.

Huruf-huruf,

Kata-kata,

Kalimat-kalimat,

Paragraf-paragraf,

Halaman-halaman,

Lembaran-lembaran.

Merekalah rangkaian konstruksi hidupku yang bisu.

Aku melihat pesonanya

Kalian bisa melihat keindahannya?

———————————————————————————

P.S.

copy and paste are allowed, but remember to put the original writer on it🙂