Nama : Nuke Wulandari

Kelas  : 1KA05

N P M : 15111271

 

Manusia dan Tanggung Jawab

 

Pengertian tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah kewajiban menanggung,  memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

 

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

 

Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesame manusia dan antara manusia dengan lingkungan.

 

Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi pihak yang berbuat (harus menyadari akibat perbuaannya) dan dari sisi pihak yang bertanggung jawab (pihak yang akan memulihkan baik individual maupun kemasyarakatan).

 

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruknya perbuatan itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Macam-macam tanggung jawab:

  • Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menurut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. Menurut safat dasarnya manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga mempunyai pribadi. Karena seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri.

  • Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak, juga orang lain yang menjadi anggota keluarganya. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga juga termasuk kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.

  • Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Dengan demikian manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.

  • Tanggung jawab kepada bangsa/Negara

Tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu Negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Bila manusia melakukan perbuatan yang salah, maka ia harus bertanggung jawab terhadap negara.

  • Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan ileh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukannya, makaTuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia memerlukan pengorbanan.

 

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Pengabdian adalah perbuatan  baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengorbanan berarti pemberian pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsure keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan itu belum tentu menuntut pengabdian.

 

Sumber